Hasil karya kreatif Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas IIA Pekalongan
Kreativitas bisa tumbuh di mana saja. Bahkan di balik keterbatasan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan, Warga Binaannya dapat terus mengembangkan kreativitas. Dengan proses pembinaan kemandirian dan fasilitas yang memadai, proses kreatif itu ditunjukkan oleh para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui aneka karya nyata berupa kerajinan tangan dan keterampilan lainnya.
Pembinaan Kemandirian
Melalui aneka pelatihan, Lapas Kelas IIA Pekalongan mendidik warga binaan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana. Bentuk pelatihan antara lain: menjahit, perkayuan, perikanan, pertanian, pertenunan, kerajinan, dan cuci motor & mobil.
Kelas Inspirasi
Kelas Inspirasi adalah perpaduan pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian untuk meningkatkan kreativitas sehingga setelah bebas nanti WBP memiliki bekal yang cukup untuk hidup mandiri. Kegiatan Kelas Inspirasi antara lain menulis kreatif, kewirausahaan kreatif, membatik.
Hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan
Salah satu hasil karya WBP Lapas kelas IIA pekalongan yang menjadi unggulan adalah Tong serbaguna atau Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Bapak M, Hilal biasa menyebutnya TONG MAGIC. Kegunaan Tong Magic ini sangat banyak, bisa untuk tempat baju-baju kotor, tempat payung, juga tempat sampah. Keunggulan lain tong magic adalah tampilannya yang sangat menarik, karena telah diberi gambar tokoh kartun/animasi, dan berbagai macam corak batik. Dan semua itu dikerjakan oleh WBP yang saat ini menghuni di LAPAS Kelas IIA Pekalongan.
Pemasaran Hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan
Dan baru-baru ini, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bersama Kementerian Perindustrian menandatangani nota kesepahaman tentang peningkatan pembinaan dan bimbingan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Penandatanganan dilaksanakan, Senin (28/7) di Ruang Garuda Lantai 2 Gedung Kemenperin, Jalan Gatot Subroto. Kedepannya Kemenperin akan membantu WBP untuk membuat kemasan yang bagus dan menarik atas hasil karya-karya kerajinan tangan saat dipasarkan.
“Supaya karya kerajinan tangan para WBP dapat menarik perhatian pasar. Sehingga kemasan kerajinan tangan menjadi lebih kompetitif saat bersaing di pasar,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Ma’mun.
Kemudian, lanjutnya, akan disinergikan dan difasilitasi juga bagaimana cara menjual produk tersebut melalui pemasaran secara online. Sebab, pasar online dan e-commerce sedang meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini di Indonesia.
“Kemenperin akan ada memberikan pelatihan khusus bagaimana cara mengemas bungkusan, desain lebih menarik dan menghitung kalkulasi menjual karya yang dibuat di pasar online,” terang Ma’mun.
Dalam acara ini, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Bambang Rantam Sariwanto, mewakili Menteri Yasonna Hamonangan Laoly saat menandatangani nota kesepahaman bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartartp mengatakan, kerja sama antar dua kementerian bertujuan untuk sebagai landasan kerja sama dalam rangka melaksanakan pembinaan kemandirian WBP.
Adapun ruang lingkup kerja sama antara Kemenkumham dan Kemenperin meliputi 3 hal, pertama pelatihan keterampilan WBP, kedua promosi hasil karya WBP, dan ketiga bantuan peralatan atau mesin bagi WBP dari Kemenperin.
ELPASKAL BISA
Dengan adanya nota kesepahaman ini, semoga Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekalongan (ELPASKAL) dibawah kepemimpinan Kepala LAPAS, Bapak M. HILAL (DEN KALONG) bisa semakin maju. Terutama dalam pebinaan kreatifitas WBP. SEMOGA.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar